Postingan

Menampilkan postingan dengan label Asuransi Jiwa

Nenek Ini Ingin Berlibur, tapi...

Gambar
Baru saja saya mampir ke Jakarta untuk mengurus Visa Schengen. Syukurlah sudah di-approved. Nah, pada saat itu saya sempatkan diri berbincang-bincang dengan pengunjung yang sedang mengantri. Anak saya mondar-mandir tidak bisa tenang. Di situ ada anak kecil juga - sekitar 1,5 tahun - yang sedang duduk bersama Ibu yang terlihat cukup berumur. Saya ajak anak saya untuk mendekati dan berkenalan dengan anak itu. Siapa tau bisa bermain bersama. Tidak terlintas di pikiran saya bahwa sang Ibu sudah sangat berumur untuk memiliki anak sekecil itu. Beliau-lah yang menyebut bahwa "ini cucu Saya", setelah berkenalan. Ibu ini datang bersama dengan suaminya (Sang Kakek). Mau ke mana nih liburannya? Ke Inggris, London. Mantap nih liburan pensiunnya. Sekeluarga ya? Bawa cucu? Oh, engga'. Ini cucu cuma ikut ke sini. Saya pergi berdua saja dengan rombongan lain. Nanti cucu titip ke keluarga dekat. Orang tuanya?

Cara tercepat menyiapkan 1 Milyar. Halal dan bergaransi!

Gambar
Anda tentu sudah tau kalau - paling tidak ada dua - resiko hidup yang sulit atau bahkan tidak bisa dihindari. Yes? No? Anda belum sadar? Untuk itulah tag " Rest in Peace " saya buat. Pertama: Resiko sakit berat (kanker, stroke, jantung, gagal ginjal, tumor otak, dll). "Anda mau sembuh? Siap tidak secara keuangan?" - kata dokter. Kedua: Meninggal. Oh, ya. Semua orang pasti meninggal. Sayangnya, keluarga yang ditinggalkan apakah sudah siap jika yang meninggal adalah pencari nafkah? Anak masih kecil apa mau putus sekolah? Berani menurunkan taraf hidup keluarga? Jangan-jangan masih ada utang pula? Mari kita berandai-andai... saat resiko itu datang, kita membutuhkan uang sebesar 1 Milyar !!! Anda sudah siap uangnya?

Menghitung Perlindungan Sumber Penghasilan

Gambar
Ada sebuah keluarga petani yang memelihara bebek bertelur emas. Kehidupan mereka terus berjalan dengan sejahtera dengan menjual telur emas setiap bulannya. Petani yang satu ini tidak bodoh seperti cerita rakyat yang sering kita dengar. Mereka tidak memotong bebek itu demi mendapatkan emas lebih cepat dan banyak. Tidak. Mereka menjaga dan merawatnya dengan baik. Namun ada kondisi yang membuat bebek ini berhenti bertelur, yaitu pada saat 30 tahun kemudian bebek sudah tua dan berhenti bertelur. Kondisi lainnya adalah resiko meninggal dengan sebab apapun. Entah karena penyakit, kecelakaan, atau dipotong oleh keluarga petani yang bodoh. Petani ini benar-benar pintar. Dia tahu bebek inilah sumber penghasilan bagi keluarganya. Maka Si Bebek perlu dipagari, tidak hanya dengan pagar besi berkawat duri, namun juga dengan pagar Asuransi. Seandainya harga telur emas bebek ini sebesar 5 juta tiap bulan, dan masih bisa hidup dan bertelur hingga 30 tahun ke depan, berapakah besar Asuransi ...

Lindungi Sumber Penghasilan Anda

Gambar
Seorang Ayah baru saja turut serta dalam PHK massal untuk efisiensi perusahaan. Maklum, ekonomi lagi slow. Menurut perhitungan, Ayah ini berhak atas pesangon sebesar kurang lebih tiga bulan gajinya. Siapa sih yang senang di-PHK? Asal bukan disengaja, tidak ada seorang pun yang senang PHK bukan? Termasuk sang Ayah ini. Tapi dia juga tidak punya kuasa untuk menghindar dari PHK karena dia bukan pemilik perusahaan. Sekarang yang jadi masalah intinya adalah, sang Ayah harus mencari kerja atau sumber penghasilan baru untuk menghidupi keluarganya. Waktunya hanya tiga bulan. Lebih dari itu, terpaksa mulai korek uang dari tabungan atau mengencangkan ikat pinggang. Lanjutkan baca untuk mendapat solusinya.